• BTC$59,373.99
    -5.13%
  • ETH$1,562.31
    -5.96%
  • USDT$1.00
    -0.03%
  • USDC$1.00
    0.03%
  • BNB$549.95
    -4.35%
  • XRP$1.05
    -4.57%
  • SOL$65.01
    -5.76%
  • TRX$0.33
    -1.48%
  • HYPE$59.24
    -5.48%
  • STETH$1,563.01
    -5.90%
  • DOGE$0.07
    -7.33%
  • RAIN$0.02
    0.60%
  • LEO$9.52
    -0.46%
  • WSTETH$1,981.73
    -3.61%
  • WBTC$59,344.75
    -5.07%

SBOTOP: Setelah Polemik Visa, Thomas Partey Akhirnya Bisa Hadapi Inggris

Thomas Partey akhirnya siap kembali membela Timnas Ghana setelah melewati berbagai persoalan di luar lapangan yang sempat membuatnya absen pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Gelandang berpengalaman tersebut kini fokus penuh membantu Black Stars menghadapi tantangan berat saat berjumpa Inggris dalam laga kedua Grup L.

Pertandingan yang akan berlangsung di Boston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB, diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase grup. Selain mempertemukan dua tim dengan kualitas tinggi, laga ini juga menghadirkan sejumlah cerita menarik, termasuk kembalinya Partey setelah polemik visa yang sempat menjadi perhatian dunia sepak bola.

Thomas Partey Tinggalkan Polemik dan Fokus ke Lapangan

Sebelumnya, Partey tidak dapat memperkuat Ghana saat menghadapi Panama pada pertandingan pertama. Mantan gelandang Arsenal tersebut ditolak masuk ke Kanada karena adanya proses hukum yang masih berlangsung di Inggris.

Pemain yang kini memperkuat Villarreal itu tengah menghadapi sejumlah dakwaan pidana di Inggris. Namun, Partey secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan berencana membela diri dalam persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun depan.

Meski situasi tersebut sempat menjadi sorotan besar, Partey menegaskan bahwa dirinya kini memilih untuk memusatkan perhatian pada tugasnya bersama tim nasional Ghana.

Menurutnya, ada banyak hal di luar sepak bola yang tidak dapat dikendalikan seorang pemain. Karena itu, ia memilih fokus pada apa yang bisa ia lakukan di lapangan.

Kondisi fisiknya disebut berada dalam keadaan prima dan ia merasa siap jika dipercaya tampil melawan Inggris.

Pemerintah Ghana Sempat Protes Soal Penolakan Visa

Kasus visa yang menimpa Partey sempat memicu reaksi keras dari pemerintah Ghana.

Kementerian Luar Negeri Ghana secara terbuka menyayangkan keputusan otoritas Kanada yang menolak izin masuk sang pemain. Bahkan, keputusan tersebut disebut sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak mencerminkan semangat olahraga internasional.

Federasi dan pemerintah Ghana sempat berupaya mengajukan banding agar Partey tetap bisa bergabung dengan skuad selama pertandingan di Kanada. Namun, seluruh upaya tersebut berakhir dengan penolakan dari pengadilan federal setempat.

Pihak Kanada sendiri menegaskan bahwa keputusan terkait imigrasi dilakukan secara independen dan tidak dipengaruhi oleh status seseorang sebagai atlet atau peserta Piala Dunia.

Berbeda dengan Kanada, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin masuk kepada Partey setelah proses evaluasi visa selesai dilakukan. Keputusan tersebut membuka peluang bagi sang gelandang untuk tampil dalam dua pertandingan tersisa Ghana di fase grup.

Duel Lawan Inggris Jadi Momen Reuni dengan Rice dan Saka

Selain penting dari sisi persaingan grup, pertandingan melawan Inggris juga memiliki makna spesial bagi Thomas Partey.

Laga ini akan mempertemukannya kembali dengan dua mantan rekan setimnya di Arsenal, yakni Declan Rice dan Bukayo Saka.

Ketiganya pernah bermain bersama dan membangun hubungan yang cukup dekat selama berada di London Utara. Karena itu, Partey mengaku antusias bisa kembali bertemu dengan kedua pemain tersebut, meskipun kali ini mereka berada di kubu yang berbeda.

Ia menyebut Rice dan Saka sebagai pemain berkualitas yang selalu memberikan tantangan besar di lapangan. Partey berharap pertandingan nanti berlangsung kompetitif dan memberikan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Reuni tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu sorotan utama dalam duel Inggris kontra Ghana.

Ghana Ingin Pertahankan Momentum Positif

Ghana datang ke pertandingan ini dengan modal yang cukup baik setelah meraih kemenangan 1-0 pada laga pembuka Grup L.

Hasil tersebut menempatkan Black Stars di posisi kedua klasemen sementara dan menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase gugur.

Kemenangan atas Inggris tentu akan menjadi langkah besar menuju babak berikutnya. Namun, Partey menegaskan bahwa fokus utama tim bukan pada individu, melainkan pada kerja sama kolektif.

Menurutnya, keberhasilan di turnamen sebesar Piala Dunia hanya bisa diraih melalui kontribusi seluruh pemain, bukan karena penampilan satu orang saja.

Partey Utamakan Kepentingan Tim di Atas Segalanya

Meski berpotensi menjadi pusat perhatian setelah drama visa yang menyertainya, Partey tidak ingin menjadikan dirinya sebagai fokus utama.

Ia menegaskan bahwa target terbesar adalah membantu Ghana meraih hasil terbaik dan menjaga peluang lolos ke babak gugur.

Bagi Partey, performa individu memang penting, tetapi kemenangan tim tetap menjadi prioritas utama.

Gelandang berusia 33 tahun tersebut percaya bahwa jika seluruh pemain mampu tampil disiplin, bekerja keras, dan mengikuti instruksi pelatih dengan baik, Ghana memiliki peluang untuk bersaing dengan siapa pun di turnamen ini.

Laga Penentuan bagi Ghana di Grup L

Pertandingan melawan Inggris bisa menjadi salah satu penentu perjalanan Ghana di Piala Dunia 2026.

Jika mampu meraih hasil positif, Black Stars akan berada dalam posisi yang sangat menguntungkan sebelum menghadapi Kroasia pada laga terakhir fase grup.

Sebaliknya, hasil buruk dapat membuat persaingan di Grup L semakin ketat hingga pertandingan terakhir.

Dengan kembalinya Thomas Partey ke dalam skuad, Ghana mendapatkan tambahan kekuatan penting di lini tengah. Pengalaman, kualitas, dan kepemimpinan sang gelandang diharapkan mampu membantu tim menghadapi tantangan berat dari Inggris.

Kini, setelah drama visa yang sempat menyita perhatian publik akhirnya berakhir, semua fokus tertuju pada bagaimana Partey dan rekan-rekannya akan menjawab tantangan di atas lapangan dan menjaga mimpi Ghana untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA :