Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku terkesan dengan kontribusi Eliano Reijnders saat Maung Bandung menjamu Bhayangkara FC pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (21/12/2025) malam WIB itu berakhir dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk tuan rumah.
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, Eliano—yang dipercaya menggantikan peran Marc Klok—tampil menonjol dalam mengalirkan bola, menjaga tempo, dan membantu fase menyerang. Perannya terasa krusial dalam menjaga dominasi Persib sepanjang pertandingan.
Eliano Reijnders Jawab Kepercayaan Pelatih
Bojan Hodak tak ragu melontarkan pujian kepada Eliano usai laga. Pelatih asal Kroasia itu bahkan sempat melontarkan candaan untuk menggambarkan fleksibilitas sang pemain.
“Eliano bermain bagus. Mungkin sekarang dia bisa main sebagai penjaga gawang, dia belum pernah mencobanya,” kata Hodak sambil tersenyum. “Dia memang sedikit terlalu pendek untuk itu, tapi dia bisa bermain di banyak posisi lainnya,” lanjutnya.
Candaan tersebut menegaskan satu hal: Eliano adalah pemain serba bisa. Dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC, ia mampu menjalankan tugas dengan disiplin, mengisi ruang yang ditinggalkan Klok, serta menjadi penghubung antarlini ketika Persib membangun serangan dari bawah.
Alasan Persib Merekrut Eliano
Hodak mengungkapkan bahwa fleksibilitas menjadi alasan utama Persib merekrut Eliano ke dalam skuad. Kemampuan bermain di berbagai posisi memberi opsi taktis yang luas, terutama ketika jadwal padat atau terjadi absensi pemain inti.
“Dia bisa bermain di semua posisi kecuali stopper dan penjaga gawang. Itulah kenapa kami merekrutnya,” tegas Hodak.
Dalam konteks musim yang panjang dan kompetisi yang ketat, profil seperti Eliano sangat berharga. Ia bisa mengisi peran gelandang bertahan, gelandang box-to-box, hingga melebar untuk membantu transisi. Kontribusinya tanpa bola—menutup jalur umpan, menekan lawan, dan membaca permainan—menjadi nilai tambah yang tidak selalu tercermin di statistik gol.
Kemenangan yang Menjaga Momentum Persib
Kemenangan 2-0 atas Bhayangkara FC menjaga momentum Persib di papan atas klasemen. Maung Bandung tampil solid, efektif, dan relatif minim risiko. Struktur permainan rapi, sirkulasi bola lancar, serta transisi bertahan yang disiplin membuat Bhayangkara kesulitan mengembangkan permainan.
Bagi Persib, hasil ini juga penting dari sisi psikologis. Konsistensi menjadi kunci untuk tetap menempel pemuncak klasemen dan menjaga asa juara hingga akhir musim.
Persaingan Papan Atas Makin Ketat
Selain membahas performa timnya, Hodak turut menyoroti ketatnya persaingan di papan atas BRI Super League musim ini. Ia mengaku sejak awal memprediksi beberapa tim akan berada di jalur juara.
“Saya sudah memperkirakan Persija Jakarta dan Malut United akan berada di papan atas,” ujar Hodak. “Saya juga mengira Dewa United akan bersaing. Namun, dengan beberapa alasan—sama seperti kami—Dewa United harus bermain di kompetisi Asia, sehingga cukup kelelahan di liga lokal.”
Hodak mencontohkan dampak jadwal padat yang dialami tim-tim Indonesia yang tampil di level Asia. Kelelahan kerap memengaruhi performa domestik.
“Sama seperti ketika kami bermain melawan Malut United, kami seolah tidak bisa berjalan. Itu masalah yang sebelumnya dialami Dewa United,” tambahnya.
Borneo FC Jadi Kejutan Musim Ini
Satu tim yang paling mengejutkan Hodak adalah Borneo FC Samarinda. Pesut Etam saat ini memimpin klasemen dan tampil konsisten.
“Ya, mungkin Borneo FC yang sedikit mengejutkan saya,” kata Hodak. “Malut United dan Persija mengeluarkan uang paling banyak dan itu membuat mereka berada di papan atas—itu normal. Jadi, liga ini akan sangat menarik hingga akhir musim.”
Pernyataan tersebut menggambarkan keseimbangan kompetisi musim ini. Selain kekuatan finansial, konsistensi, kebugaran, dan kedalaman skuad menjadi faktor penentu.
Posisi Klasemen dan Tantangan Berikutnya
Hingga pekan ke-14, Persib menempati posisi kedua dengan 31 poin, menggeser Persija Jakarta yang kini berada di peringkat ketiga dengan 29 poin. Namun, Persija masih memiliki peluang untuk kembali menyalip jika meraih kemenangan pada laga berikutnya.
Di puncak klasemen, Borneo FC memimpin dengan 34 poin. Persaingan tiga besar pun kian memanas, dengan jarak poin yang relatif ketat dan potensi perubahan posisi setiap pekan.
Eliano dan Masa Depan Persib
Penampilan Eliano Reijnders melawan Bhayangkara FC memberi sinyal positif bagi Persib. Dengan peran yang kian matang dan kepercayaan pelatih yang meningkat, ia berpeluang menjadi opsi penting di fase krusial musim ini.
Bagi Hodak, kemenangan bukan hanya soal skor, melainkan bagaimana tim menjaga struktur dan disiplin. Dalam konteks itu, kontribusi Eliano—meski tanpa gol—menjadi bagian penting dari puzzle Persib yang sedang disusun menuju target besar: bersaing hingga akhir dan merebut gelar.
BACA JUGA :