• BTC$95,293.56
    4.46%
  • ETH$3,310.68
    6.81%
  • USDT$1.00
    0.09%
  • XRP$2.17
    5.37%
  • BNB$946.62
    4.67%
  • SOL$147.11
    5.68%
  • USDC$1.00
    -0.07%
  • STETH$3,307.47
    6.78%
  • TRX$0.31
    1.67%
  • DOGE$0.15
    9.07%
  • ADA$0.42
    8.76%
  • WSTETH$4,052.75
    6.83%
  • XMR$680.69
    14.32%
  • BCH$619.50
    -0.21%
  • WBTC$95,052.63
    4.44%

SBOTOP : Pahlawan di Adu Penalti, Kiper PSG Safonov Ternyata Alami Patah Tangan

Keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Piala Interkontinental 2025 menyimpan kisah heroik yang baru terungkap setelah pertandingan usai. Kiper PSG, Matvey Safonov, ternyata mengalami patah tulang tangan saat tampil sebagai pahlawan dalam adu penalti melawan Flamengo.

Safonov menjadi penentu kemenangan PSG setelah menggagalkan empat tendangan penalti secara beruntun dalam drama adu tos-tosan yang berakhir dengan skor 2-1. Laga final yang berlangsung pada Kamis (18/12/2025) dini hari WIB itu memastikan PSG meraih gelar global pertama dalam sejarah klub, sekaligus menutup tahun 2025 dengan catatan emas.

Adu Penalti Dramatis Antar PSG ke Gelar Dunia

Final Piala Interkontinental berjalan ketat hingga peluit panjang dibunyikan. PSG dan Flamengo sama-sama gagal memecah kebuntuan di waktu normal maupun perpanjangan waktu. Adu penalti pun menjadi penentu.

Di momen krusial itulah Safonov tampil luar biasa. Kiper asal Rusia tersebut membaca arah tembakan dengan sempurna dan mematahkan mental para penendang Flamengo. Empat penyelamatan beruntun yang ia lakukan membawa PSG keluar sebagai pemenang dan langsung memicu euforia besar di lapangan.

Rekan-rekan setimnya mengangkat Safonov dan melemparkannya ke udara sebagai simbol perayaan. Tak banyak yang menyadari bahwa di balik senyum dan sorak kemenangan, sang kiper tengah menahan rasa sakit hebat di tangannya.

Kronologi Cedera yang Tak Disadari

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengungkapkan bahwa cedera Safonov diduga terjadi saat adu penalti masih berlangsung. Menurutnya, sang pemain bahkan tidak langsung menyadari bahwa tangannya mengalami patah tulang.

“Saya tidak bisa menjelaskan apa pun, ini benar-benar luar biasa. Pemainnya sendiri tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi,” ujar Luis Enrique kepada media, Jumat waktu setempat.

Ia menduga insiden tersebut terjadi pada penalti ketiga yang dihadapi Safonov. Pada momen itu, kiper PSG melakukan gerakan yang tidak biasa saat menepis bola.

“Kami menduga itu terjadi pada penalti ketiga. Dia melakukan gerakan yang aneh dan mengalami patah. Namun, dia masih mampu menyelamatkan dua penalti terakhir dengan kondisi tangan yang sudah patah,” jelas Enrique.

Menurut sang pelatih, faktor adrenalin memainkan peran besar. Safonov tetap tampil fokus dan tidak merasakan sakit hingga pertandingan berakhir.

“Adrenalinnya begitu kuat sehingga dia bisa melanjutkan tanpa merasakan rasa sakit,” tambahnya.

Mentalitas Juara yang Dipuji Luis Enrique

Luis Enrique juga memuji sikap dan mentalitas para pemainnya, khususnya Safonov, yang tetap mengutamakan kepentingan tim di atas segalanya.

“Kemampuan para pemain, termasuk Safonov, untuk selalu siap membantu tim itu luar biasa. Itulah sikap yang kami inginkan di PSG,” tegasnya.

Menurut Enrique, momen ini menjadi gambaran sempurna tentang karakter skuad PSG saat ini: berani berkorban, solid, dan tidak mudah menyerah dalam situasi apa pun.

Pesan Singkat Safonov Usai Insiden

Safonov sendiri tidak banyak berbicara soal cedera yang dialaminya. Namun, melalui sebuah video singkat yang diunggah di aplikasi Telegram, ia menyampaikan pesan penuh makna.

“Kalian tahu, apa pun yang terjadi, saya tidak bisa dipatahkan,” ucap Safonov singkat.

Pesan tersebut langsung mendapat respons luas dari penggemar PSG, yang memuji keberanian dan dedikasi sang kiper. Sosok yang sebelumnya jarang mendapat sorotan kini menjadi simbol pengorbanan dan mental juara.

Kondisi Safonov dan Rencana Pemulihan

PSG mengonfirmasi bahwa kondisi Matvey Safonov akan “dievaluasi kembali” dalam rentang waktu tiga hingga empat pekan ke depan. Tim medis klub akan memantau proses pemulihan sebelum menentukan kapan ia bisa kembali merumput.

Menariknya, Safonov sejatinya berstatus sebagai kiper pelapis musim ini. Ia belum mencatatkan satu menit pun penampilan kompetitif sebelum final Piala Interkontinental. Kesempatan bermain baru datang setelah kiper utama PSG, Lucas Chevalier, mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen sejak laga terakhir pada 29 November.

Chevalier sendiri berada di bangku cadangan saat PSG menghadapi Flamengo, namun kepercayaan penuh diberikan kepada Safonov, yang akhirnya membayar kepercayaan itu dengan penampilan heroik.

Agenda PSG Selanjutnya

PSG dijadwalkan menjalani pertandingan berikutnya di ajang Coupe de France melawan klub divisi lima, Vendee Fontenay, pada Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Absennya Safonov berpotensi memengaruhi rotasi kiper, tergantung kondisi Chevalier.

Tahun Luar Biasa Paris Saint-Germain

Gelar Piala Interkontinental melengkapi tahun yang luar biasa bagi PSG. Sebelumnya, klub asal Paris tersebut juga sukses menjuarai Liga Champions, menjadikan 2025 sebagai salah satu periode terbaik dalam sejarah mereka.

Meski demikian, Luis Enrique menegaskan bahwa ia dan timnya tidak ingin larut dalam euforia masa lalu.

“Saya tidak memikirkan apa yang sudah kami lakukan. Saya memikirkan masa sekarang, yang berarti sesi latihan hari ini dan pertandingan hari Sabtu,” ujar mantan pelatih Barcelona tersebut.

Ia menambahkan bahwa pencapaian besar ini harus menjadi motivasi, bukan beban.

“Apa yang kami capai tahun ini luar biasa dan tak terlupakan. Namun, kami harus tetap fokus pada saat ini dan menutup tahun yang luar biasa ini dengan cara sebaik mungkin,” tutup Luis Enrique.

Kisah Matvey Safonov pun kini tercatat sebagai salah satu momen paling heroik dalam sejarah PSG—sebuah pengorbanan besar yang berbuah gelar dunia.

BACA JUGA :