• BTC$95,074.55
    4.22%
  • ETH$3,317.39
    7.21%
  • USDT$1.00
    0.06%
  • XRP$2.15
    4.84%
  • BNB$941.50
    3.87%
  • SOL$144.97
    4.05%
  • USDC$1.00
    -0.07%
  • STETH$3,316.15
    7.15%
  • TRX$0.31
    2.42%
  • DOGE$0.15
    7.94%
  • ADA$0.42
    8.64%
  • WSTETH$4,061.32
    7.22%
  • XMR$678.52
    7.85%
  • BCH$616.09
    -1.03%
  • WBTC$94,856.30
    4.23%

SBOTOP : Malut United Muncul sebagai Kekuatan Baru yang Mengancam di BRI Super League

Malut United tampil sebagai salah satu kejutan paling konsisten dalam persaingan BRI Super League 2025/2026. Tim asal Ternate itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menegaskan eksistensinya di papan atas klasemen, meski kompetisi baru melewati 13 pertandingan. Di tengah ketatnya persaingan, Malut United hadir sebagai ancaman nyata bagi tim-tim mapan.

Peta kekuatan liga musim ini berubah cepat, terutama setelah sejumlah pertandingan tunda digelar pada pekan lalu. Borneo FC masih bertengger di puncak klasemen dengan 33 poin, tetapi tren negatif mulai terlihat usai dua kekalahan beruntun. Di bawahnya, Persija Jakarta dan Persib Bandung terus menekan, sementara Malut United perlahan namun pasti ikut merangsek dari posisi keempat.

Kemenangan penting 2-0 atas Persib Bandung pada laga tunda pekan ke-12 menjadi titik balik krusial. Bermain di Stadion Kie Raha, Malut United menunjukkan kedewasaan taktik dan mental bertanding yang mengesankan, sekaligus menegaskan bahwa mereka bukan sekadar penggembira musim ini.

Fondasi Kuat Sejak Promosi ke Liga Teratas

Perjalanan Malut United di level tertinggi sepak bola Indonesia menunjukkan progres yang konsisten. Sejak promosi dari Liga 2, tim berjuluk Naga Gamalama langsung menampilkan adaptasi cepat yang membuat mereka segera diperhitungkan oleh lawan-lawan berpengalaman.

Pada musim debut di kasta teratas, Malut United mampu finis di papan atas—sebuah pencapaian yang jarang diraih tim promosi. Fondasi tersebut dibangun melalui perencanaan matang, manajemen skuad yang seimbang, serta pendekatan taktik yang disiplin.

Di bawah arahan Imran Nahumarury pada musim sebelumnya, Malut United dikenal sebagai tim yang solid secara organisasi permainan. Kombinasi pemain lokal berpengalaman dan legiun asing berkualitas menciptakan keseimbangan di setiap lini. Nama-nama seperti Manahati Lestusen, Frets Butuan, Rifal Lastori, serta duo Sayuri—Yakob dan Yance—menjadi tulang punggung tim.

Kehadiran pemain asing yang tepat sasaran turut mempertebal kedalaman skuad. Hasilnya nyata: Malut United menutup musim BRI Liga 1 2024/2025 di peringkat ketiga dengan koleksi 57 poin. Catatan tersebut mengukuhkan mereka sebagai kekuatan baru yang stabil dan kompetitif.

Transisi Pelatih Tanpa Menggerus Performa

Memasuki musim 2025/2026, Malut United melakukan pergantian pelatih dengan menunjuk Hendri Susilo. Perubahan ini sempat menimbulkan tanda tanya, namun performa tim justru tetap terjaga. Pendekatan permainan terlihat lebih pragmatis dan efisien, tanpa menghilangkan karakter agresif yang sudah terbentuk.

Hendri Susilo meneruskan fondasi yang ada, sembari melakukan penyesuaian taktik sesuai kebutuhan pertandingan. Transisi ini berjalan relatif mulus, menunjukkan bahwa Malut United telah memiliki identitas permainan yang kuat dan tidak bergantung pada satu figur semata.

Rekrutan Baru Menambah Daya Gedor

Manajemen Malut United melakukan perombakan skuad secara selektif, terutama di sektor pemain asing. Rekrutan anyar membawa pengalaman juara dan mental kompetitif yang terbukti di level tertinggi.

Masuknya Ciro Alves, David da Silva, Gustavo Franca, dan Tyronne del Pino memberikan dimensi baru di lini serang. Keempat pemain tersebut tidak hanya menambah kualitas individu, tetapi juga meningkatkan efektivitas permainan kolektif.

Di sektor pemain lokal, kehadiran Septian David Maulana dan Dimas Drajad memperkaya opsi dengan pengalaman dan fleksibilitas. Kombinasi ini membuat Malut United memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk menghadapi jadwal padat sepanjang musim.

Performa Menanjak dan Mental Pemenang

Awal musim sempat diwarnai hasil yang kurang stabil. Kekalahan dari PSIM Yogyakarta dan Persik Kediri menjadi pengingat bahwa persaingan BRI Super League sangat ketat dan tidak memberi ruang bagi kelengahan.

Namun, respons Malut United patut diapresiasi. Rentetan kemenangan beruntun berhasil mengangkat kepercayaan diri tim, hingga berpuncak pada kemenangan meyakinkan atas Persib Bandung. Laga tersebut tidak hanya bernilai tiga poin, tetapi juga mengirim pesan kuat kepada para rival.

Saat ini, Malut United telah mengoleksi 25 poin dan hanya terpaut delapan angka dari puncak klasemen. Dengan 21 pertandingan tersisa, peluang untuk terus menekan tim-tim di atasnya masih terbuka lebar.

Ancaman Nyata Hingga Akhir Musim

Konsistensi menjadi kunci bagi Malut United untuk menjaga posisi di papan atas. Dengan skuad yang seimbang, mental bertanding yang matang, dan pendekatan taktik yang fleksibel, mereka berpotensi terus menjadi batu sandungan bagi tim besar.

Ujian berikutnya akan datang saat Malut United bertandang ke markas PSM Makassar. Hasil laga tersebut berpotensi mempertegas status mereka sebagai penantang serius hingga akhir musim.

Jika mampu menjaga ritme dan memaksimalkan momentum, Malut United tidak hanya menancapkan eksistensi, tetapi juga berpeluang besar mengganggu dominasi tim-tim tradisional di BRI Super League 2025/2026.

BACA JUGA :