• BTC$95,293.56
    4.46%
  • ETH$3,310.68
    6.81%
  • USDT$1.00
    0.09%
  • XRP$2.17
    5.37%
  • BNB$946.62
    4.67%
  • SOL$147.11
    5.68%
  • USDC$1.00
    -0.07%
  • STETH$3,307.47
    6.78%
  • TRX$0.31
    1.67%
  • DOGE$0.15
    9.07%
  • ADA$0.42
    8.76%
  • WSTETH$4,052.75
    6.83%
  • XMR$680.69
    14.32%
  • BCH$619.50
    -0.21%
  • WBTC$95,052.63
    4.44%

SBOTOP : Langkah Inter Milan Terhenti, Bologna Melaju di Piala Super Italia 2025

Perjalanan Inter Milan di Piala Super Italia 2025 harus terhenti di babak semifinal. I Nerazzurri tersingkir setelah kalah dramatis dari Bologna melalui adu penalti. Meski gagal melaju ke final, pelatih Inter Cristian Chivu tetap menyampaikan rasa bangganya kepada para pemain dan menilai tos-tosan sebagai momen yang tak ubahnya lotre.

Pertandingan semifinal ini digelar di King Fahd International Stadium, Riyadh, Sabtu (20/12/2025) dini hari WIB. Inter tampil dengan komposisi terbaiknya dan sempat memegang kendali permainan, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan pahit di akhir laga.

Awal Meyakinkan Inter Milan

Inter Milan memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan penguasaan bola yang rapi. Tekanan terus dilancarkan sejak menit awal, membuat Bologna lebih banyak bertahan. Dominasi itu akhirnya berbuah gol indah pada menit ke-73 melalui Marcus Thuram.

Gol tersebut bermula dari intersep cerdas Alessandro Bastoni di lini belakang. Bola langsung dikirimkan ke sisi jauh kotak penalti dan disambut Thuram dengan sepakan voli akrobatik kaki kanan. Gol tersebut sempat memberi angin segar bagi Inter yang terlihat siap mengamankan tiket ke final.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Bologna perlahan keluar dari tekanan dan mulai lebih berani melakukan serangan balik.

Penalti Bologna dan Skor Imbang

Petaka bagi Inter datang pada menit ke-35. Wasit menunjuk titik putih setelah Yann Bisseck dinilai melakukan handball di area terlarang. Keputusan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Riccardo Orsolini yang mengeksekusi penalti dengan tenang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berjalan semakin ketat. Inter tetap mencoba mengontrol tempo, sementara Bologna tampil lebih disiplin dan menunggu celah untuk menyerang. Hingga waktu normal berakhir, skor tidak berubah dan laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama Adu Penalti yang Menyakitkan

Pada babak tos-tosan, keberuntungan tidak berpihak kepada Inter Milan. Tiga penendang mereka—Alessandro Bastoni, Nicolo Barella, dan Ange-Yoan Bonny—gagal menjalankan tugasnya. Eksekusi yang kurang sempurna berhasil digagalkan kiper Bologna atau melenceng dari sasaran.

Sebaliknya, Bologna tampil lebih dingin. Ciro Immobile menjadi algojo penentu yang memastikan kemenangan Bologna. Hasil ini membawa Bologna ke partai final untuk menghadapi Napoli di stadion yang sama pada 23 Desember mendatang.

Chivu: Penalti Itu Seperti Lotre

Selepas pertandingan, Cristian Chivu tidak menutupi kekecewaannya. Namun, ia menolak menyalahkan siapa pun atas kegagalan Inter Milan.

“Menurut saya, penalti itu seperti lotre. Saya justru mengagumi keberanian para pemain yang mau maju dan mengambil tanggung jawab,” ujar Chivu kepada media.

Pelatih berusia 45 tahun tersebut menegaskan bahwa situasi adu penalti sulit dipersiapkan secara sempurna. Menurutnya, tekanan dan emosi pertandingan tidak bisa sepenuhnya disimulasikan dalam latihan.

“Situasi seperti ini tidak bisa dilatih. Emosi di pertandingan nyata sangat berbeda,” tambahnya.

Apresiasi untuk Performa Tim

Meski tersingkir, Chivu menilai performa Inter Milan secara keseluruhan layak mendapat apresiasi. Ia menyoroti permainan anak asuhnya, terutama pada babak kedua, yang dinilainya penuh kualitas dan intensitas.

“Saya melihat kualitas dan intensitas permainan, dua hal yang selalu ingin saya lihat dari para pemain. Pada babak kedua kami tampil sangat baik, mengontrol permainan, dan menciptakan banyak peluang,” jelasnya.

Namun, efektivitas di depan gawang menjadi pembeda. Peluang-peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol tambahan, sehingga Inter harus membayar mahal di babak penalti.

Kontroversi VAR Tak Ingin Diperdebatkan

Pertandingan ini juga diwarnai kontroversi ketika Inter sempat berharap mendapatkan penalti. Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan tersebut dianulir karena Ange-Yoan Bonny dinilai justru menjulurkan kaki ke arah Torbjorn Heggem, bukan dilanggar.

Chivu memilih untuk tidak memperpanjang polemik tersebut. Ia menegaskan tidak ingin membahas keputusan wasit atau VAR.

“Saya tidak pernah membahas wasit atau keputusan mereka. Ada VAR dan mereka bisa mengevaluasi semuanya. Tugas saya adalah memperbaiki tim sendiri, belajar dari kesalahan, dan terus melangkah ke depan,” tegasnya.

Fokus ke Kompetisi Berikutnya

Kegagalan di Piala Super Italia 2025 menjadi pelajaran berharga bagi Inter Milan. Chivu menekankan pentingnya segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi berikutnya. Ia ingin anak asuhnya mengambil sisi positif dari pertandingan ini untuk memperbaiki detail-detail kecil yang masih kurang.

Bagi Inter, kekalahan lewat adu penalti memang menyakitkan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa margin di level tertinggi sangat tipis. Sementara bagi Bologna, kemenangan ini menjadi momentum besar untuk menantang Napoli di final.

Inter Milan kini harus menatap ke depan dengan kepala tegak. Seperti yang disampaikan Chivu, kegagalan ini bukan akhir segalanya, melainkan bagian dari proses panjang dalam membangun tim yang lebih kuat dan konsisten di masa mendatang.

BACA JUGA :