Timnas Indonesia akan menghadapi persaingan berat pada putaran final Piala Asia 2027. Skuad Garuda berada di Grup F bersama tiga negara yang memiliki pengalaman dan reputasi kuat di level Asia, yakni Jepang, Qatar, dan Thailand.
Piala Asia 2027 akan berlangsung di Arab Saudi sebagai tuan rumah. Turnamen bergengsi sepak bola Asia tersebut dijadwalkan digelar mulai 15 Januari hingga 8 Februari 2027 dan akan diikuti oleh 24 negara.
Dari total peserta tersebut, fase grup dibagi ke dalam enam grup yang masing-masing berisi empat tim. Indonesia mendapatkan tantangan besar di Grup F karena harus berhadapan dengan Jepang yang merupakan salah satu kekuatan utama Asia, Qatar sebagai juara bertahan, serta Thailand yang menjadi salah satu rival terkuat dari kawasan Asia Tenggara.
Menariknya, perbedaan kekuatan keempat tim tersebut juga dapat dilihat melalui ranking FIFA. Berdasarkan posisi terbaru, Jepang berada jauh di atas tiga tim lainnya, sementara Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya.
Berikut gambaran ranking FIFA dan kekuatan masing-masing tim di Grup F Piala Asia 2027.
Jepang Jadi Tim dengan Ranking FIFA Tertinggi
Timnas Jepang menjadi tim dengan peringkat FIFA terbaik di Grup F. Samurai Biru saat ini menempati posisi ke-17 dunia dengan koleksi 1.673,68 poin.
Status tersebut membuat Jepang menjadi salah satu kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar Piala Asia 2027.
Jepang sendiri memiliki sejarah panjang di turnamen kontinental. Mereka telah mengoleksi empat trofi Piala Asia, sekaligus menjadi salah satu negara tersukses sepanjang sejarah kompetisi.
Konsistensi Jepang juga terlihat dari kehadiran mereka di Piala Dunia. Samurai Biru tidak pernah absen dari putaran final Piala Dunia sejak edisi 1998.
Di bawah arahan Hajime Moriyasu, Jepang terus berkembang menjadi tim yang memiliki kualitas individu sekaligus organisasi permainan yang sangat baik. Mereka juga tampil di Piala Dunia 2026, meski perjalanan mereka harus terhenti pada babak 32 besar setelah kalah dari Brasil.
Kekuatan Jepang semakin menakutkan karena memiliki banyak pemain yang berkarier di klub-klub top Eropa. Beberapa nama yang menjadi perhatian antara lain Kaoru Mitoma, Takefusa Kubo, Zion Suzuki, Ritsu Doan, Ayase Ueda, Hidemasa Morita, dan Takumi Minamino.
Melihat ranking FIFA dan materi pemainnya, Jepang jelas menjadi lawan paling berat bagi Indonesia di Grup F.
Qatar Berstatus Juara Bertahan Piala Asia
Selain Jepang, Qatar juga menjadi ancaman serius bagi Timnas Indonesia.
Qatar kini berada di posisi ke-59 ranking FIFA dunia dengan koleksi 1.411,06 poin. Di kawasan Asia, mereka menempati posisi keenam.
Perjalanan Qatar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, sepak bola Qatar terus mendapatkan perhatian dan investasi besar untuk meningkatkan kualitas tim nasional.
Qatar juga memiliki rekam jejak kuat di Piala Asia. Mereka sudah tampil sebanyak 10 kali di putaran final, yakni pada edisi 1980, 1984, 1988, 1992, 2000, 2004, 2007, 2011, 2019, dan 2023.
Lebih menarik lagi, Qatar berhasil memenangkan dua edisi terakhir yang mereka ikuti.
Pada Piala Asia 2019, Qatar menjadi juara setelah mengalahkan Jepang di final. Empat tahun kemudian, mereka kembali mengangkat trofi setelah menundukkan Yordania pada partai puncak Piala Asia 2023.
Artinya, Qatar akan datang ke Piala Asia 2027 dengan status sebagai juara bertahan.
Skuad Qatar juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Akram Afif, Almoez Ali, Hassan Al-Haydos, Abdulaziz Hatem, dan Meshaal Barsham.
Bagi Indonesia, pertandingan melawan Qatar akan menjadi salah satu ujian terbesar di fase grup.
Thailand Jadi Wakil Asia Tenggara di Grup F
Thailand menjadi tim ketiga yang akan dihadapi Indonesia di Grup F. Sebagai salah satu kekuatan tradisional Asia Tenggara, kehadiran Gajah Perang tentu membuat persaingan semakin menarik.
Thailand saat ini berada di peringkat ke-94 FIFA dunia dengan koleksi 1.250,80 poin. Di level Asia, mereka menempati posisi ke-15.
Thailand memiliki pengalaman cukup panjang di Piala Asia. Mereka telah tampil sebanyak delapan kali di putaran final, dengan debut terjadi pada edisi 1972 ketika mereka bertindak sebagai tuan rumah.
Dalam dua edisi Piala Asia terakhir, Thailand juga menunjukkan konsistensi dengan berhasil melewati fase grup dan melaju ke babak gugur.
Sebagai salah satu tim terbaik Asia Tenggara, Thailand memiliki sejumlah pemain yang cukup dikenal, termasuk Sarach Yooyen, Pansa Hemviboon, Narubadin Weerawatnodom, dan Teerasak Poeiphima.
Mereka juga masih memiliki pemain berpengalaman seperti Chanathip Songkrasin dan Theerathon Bunmathan, yang telah lama menjadi figur penting dalam sepak bola Thailand.
Pertemuan Indonesia kontra Thailand tentu berpotensi menjadi pertandingan yang sangat sengit. Selain kualitas kedua tim yang relatif lebih berimbang dibandingkan Jepang dan Qatar, rivalitas di kawasan Asia Tenggara juga akan membuat laga tersebut memiliki nilai tersendiri.
Ranking FIFA Timnas Indonesia Masih di Bawah Para Rival
Sementara itu, Timnas Indonesia menjadi tim dengan ranking FIFA terendah di Grup F.
Menurut data FIFA, skuad Garuda kini berada di posisi ke-118 dunia dengan koleksi 1.157,14 poin.
Meski demikian, posisi tersebut tetap menunjukkan perkembangan jika dibandingkan dengan kondisi Indonesia beberapa tahun lalu. Tim Merah-Putih mengalami peningkatan peringkat yang cukup signifikan setelah sebelumnya sempat berada di posisi ke-173 dunia.
Perkembangan tersebut tidak terlepas dari perubahan kualitas dan konsistensi Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah era Shin Tae-yong, kursi pelatih kemudian beralih kepada Patrick Kluivert sebelum kini ditangani oleh John Herdman.
Di bawah Herdman, Indonesia telah menjalani empat pertandingan resmi. Hasilnya cukup positif dengan mencatatkan tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Indonesia berhasil mengalahkan St. Kitts and Nevis dengan skor 4-0, kemudian menundukkan Oman 3-0 dan Mozambik 1-0 pada agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Satu-satunya kekalahan Indonesia bersama Herdman sejauh ini terjadi ketika menghadapi Bulgaria, dengan skor tipis 0-1 dalam ajang FIFA Series 2026.
Catatan tersebut menjadi modal penting bagi skuad Garuda untuk terus meningkatkan performa sebelum tampil di Piala Asia 2027.
Perbandingan Ranking FIFA Grup F Piala Asia 2027
Jika melihat posisi terbaru di ranking FIFA, berikut gambaran kekuatan Grup F:
| Tim | Ranking FIFA | Poin FIFA |
|---|---|---|
| 🇯🇵 Jepang | 17 | 1.673,68 |
| 🇶🇦 Qatar | 59 | 1.411,06 |
| 🇹🇭 Thailand | 94 | 1.250,80 |
| 🇮🇩 Indonesia | 118 | 1.157,14 |
Dari data tersebut terlihat bahwa Jepang memiliki keunggulan yang cukup jauh dibandingkan Indonesia. Qatar juga berada di atas Thailand dan Indonesia, sedangkan Thailand hanya berjarak 24 posisi dari Qatar.
Indonesia memang menjadi tim dengan peringkat terendah di grup, tetapi ranking FIFA tidak selalu menjadi penentu hasil pertandingan.
Perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Garuda mampu memberikan perlawanan ketika menghadapi tim-tim dengan peringkat lebih tinggi.
Piala Asia 2027 Jadi Ujian Besar John Herdman
Piala Asia 2027 juga akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi John Herdman sejak dipercaya menangani Timnas Indonesia.
Pelatih asal Kanada tersebut memiliki waktu untuk mempersiapkan skuad sebelum turnamen dimulai. Tantangannya adalah membangun tim yang mampu tampil konsisten ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Jepang kemungkinan akan menguji kemampuan Indonesia dalam menghadapi tekanan dan kecepatan permainan. Qatar akan menjadi tantangan dari sisi kualitas individu serta pengalaman turnamen, sedangkan Thailand bisa menghadirkan pertandingan yang lebih terbuka dan kompetitif.
Bagi Indonesia, target utama tentu bukan sekadar memperbaiki posisi di ranking FIFA, tetapi membuktikan bahwa perkembangan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dapat diterjemahkan menjadi prestasi di panggung Asia.
Dengan Piala Asia 2027 semakin dekat, skuad Garuda memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah baru. Status sebagai tim dengan ranking FIFA terendah di Grup F bukan berarti Indonesia tidak memiliki peluang.
Justru, tekanan tersebut bisa menjadi motivasi bagi Timnas Indonesia untuk tampil tanpa beban dan memberikan kejutan ketika bersaing dengan Jepang, Qatar, serta Thailand.
BACA JUGA :