John Herdman terus menunjukkan keseriusannya sejak dipercaya menukangi Timnas Indonesia. Tak hanya fokus menyusun strategi dan meningkatkan performa skuad Garuda, pelatih asal Inggris tersebut juga berupaya beradaptasi dengan budaya lokal, salah satunya dengan mempelajari Bahasa Indonesia.
Langkah itu menjadi bukti bahwa Herdman ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan para pemain, staf pelatih, hingga masyarakat Indonesia. Baginya, komunikasi yang baik merupakan salah satu fondasi penting untuk membentuk tim yang solid dan mampu bersaing di level internasional.
Sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2026, Herdman memang membawa harapan besar. Berbekal pengalaman menangani Timnas Kanada dan Timnas Selandia Baru, ia kini memulai tantangan baru dengan target mengangkat prestasi sepak bola Indonesia.
Mulai Percaya Diri Menggunakan Bahasa Indonesia
Kemajuan John Herdman dalam mempelajari Bahasa Indonesia kembali terlihat saat menghadiri konferensi pers menjelang laga Timnas Indonesia vs Kamboja pada ajang Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (26/7/2026).
Di sela-sela sesi tanya jawab dengan awak media, Herdman beberapa kali mencoba menyelipkan kosakata Bahasa Indonesia. Momen tersebut langsung menarik perhatian para jurnalis yang hadir.
Saat menjelaskan pentingnya membangun tim secara bertahap, Herdman sempat mengucapkan kata “pilan-pilan”, yang dimaksudkan sebagai ungkapan “pelan-pelan”. Ucapan tersebut sontak mengundang senyum dan tawa ringan dari para wartawan.
Meski pengucapannya belum sempurna, usaha Herdman mendapatkan apresiasi karena menunjukkan keinginannya untuk terus belajar dan menyatu dengan lingkungan barunya.
Percaya pada Proses, Bukan Hasil Instan
Ungkapan “pilan-pilan” yang diucapkan Herdman menggambarkan filosofi kepelatihannya.
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa membangun tim kuat tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, setiap pencapaian harus melalui proses yang terencana, disiplin, dan dilakukan selangkah demi selangkah.
Filosofi tersebut juga menjadi dasar pendekatannya sejak mengambil alih kursi pelatih Timnas Indonesia. Herdman ingin menciptakan fondasi permainan yang kuat sebelum berbicara mengenai target besar.
Pendekatan jangka panjang ini sejalan dengan visi PSSI yang berharap Timnas Indonesia mampu terus berkembang dan bersaing di level Asia hingga dunia.
Target Besar: Membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Saat menerima tawaran melatih Timnas Indonesia, John Herdman sudah memahami bahwa ekspektasi publik sangat tinggi.
Salah satu misi utamanya adalah membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030, sebuah target ambisius yang telah lama menjadi impian pecinta sepak bola Tanah Air.
Herdman bukan sosok asing dalam atmosfer kompetisi dunia. Ia pernah membawa tim nasional tampil di ajang Piala Dunia, pengalaman yang kini menjadi modal berharga dalam membangun skuad Garuda.
Selain pengalaman internasional, ia juga mewarisi generasi pemain yang dinilai memiliki kualitas menjanjikan. Nama-nama seperti Ole Romeny, Marselino Ferdinan, dan sejumlah pemain muda berbakat lainnya menjadi fondasi penting dalam proyek jangka panjang tersebut.
Piala AFF 2026 Jadi Tantangan Berikutnya
Setelah menjalani debut yang cukup positif di FIFA Series 2026, John Herdman kini menghadapi ujian berikutnya di Piala AFF 2026.
Pada turnamen FIFA Series, Timnas Indonesia berhasil melaju hingga partai final dan mengakhiri kompetisi sebagai runner-up. Garuda hanya kalah tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga puncak yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Meski belum berhasil mengangkat trofi, penampilan Indonesia di bawah arahan Herdman dinilai menunjukkan perkembangan, terutama dalam organisasi permainan dan mental bertanding.
Kini, Piala AFF 2026 menjadi panggung berikutnya untuk membuktikan kapasitas sang pelatih.
Kesempatan Mencetak Sejarah Bersama Garuda
Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional bagi John Herdman, melainkan kesempatan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap proyek yang sedang dibangunnya.
Apabila mampu membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara, Herdman tidak hanya akan mencatat prestasi pribadi, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Garuda di ajang paling bergengsi di Asia Tenggara.
Di luar hasil di lapangan, keseriusannya mempelajari Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa adaptasi yang dilakukan Herdman tidak hanya bersifat teknis. Ia berusaha memahami budaya, mempererat komunikasi dengan para pemain, dan membangun ikatan yang lebih kuat dengan sepak bola Indonesia.
Dengan kombinasi pengalaman internasional, filosofi yang mengutamakan proses, serta komitmen untuk beradaptasi, John Herdman memberikan harapan baru bagi Timnas Indonesia dalam mengejar prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
BACA JUGA :