• BTC$95,293.56
    4.46%
  • ETH$3,310.68
    6.81%
  • USDT$1.00
    0.09%
  • XRP$2.17
    5.37%
  • BNB$946.62
    4.67%
  • SOL$147.11
    5.68%
  • USDC$1.00
    -0.07%
  • STETH$3,307.47
    6.78%
  • TRX$0.31
    1.67%
  • DOGE$0.15
    9.07%
  • ADA$0.42
    8.76%
  • WSTETH$4,052.75
    6.83%
  • XMR$680.69
    14.32%
  • BCH$619.50
    -0.21%
  • WBTC$95,052.63
    4.44%

SBOTOP : Terpuruk di Serie A, Fiorentina Tunjuk David de Gea sebagai Kapten

Keputusan berani diambil Fiorentina di tengah situasi sulit musim ini. Klub asal Firenze itu resmi menunjuk David de Gea sebagai kapten baru tim, meski kompetisi Serie A 2025/2026 telah berjalan di pertengahan musim. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis manajemen dan tim pelatih untuk mengembalikan stabilitas serta kepercayaan diri skuad La Viola yang tengah terpuruk.

Ban kapten yang sebelumnya melingkar di lengan Luca Ranieri kini resmi berpindah ke De Gea. Pergantian tersebut dikonfirmasi menjelang pertandingan melawan Udinese, yang sekaligus menandai babak baru dalam dinamika internal Fiorentina.

Keputusan Strategis di Masa Kritis

Pelatih kepala Paolo Vanoli mengambil keputusan tersebut bersama jajaran manajemen klub. Kesepakatan dicapai usai perjalanan tim ke Lausanne, Swiss, yang disebut-sebut menjadi momen refleksi penting bagi internal klub.

Tujuan utama pergantian kapten ini bukan sekadar perubahan simbolik, melainkan langkah nyata untuk memulihkan mental skuad yang sedang goyah. Fiorentina saat ini berada dalam fase krusial musim, dengan posisi klasemen yang jauh dari ekspektasi dan tekanan publik yang terus meningkat.

Manajemen menilai dibutuhkan figur berpengalaman dengan karakter kepemimpinan kuat untuk mempersatukan ruang ganti. Dalam konteks inilah, sosok David De Gea dianggap paling tepat untuk mengemban tanggung jawab tersebut.

Bukan Hukuman bagi Luca Ranieri

Laporan media Italia, termasuk Corriere dello Sport, menegaskan bahwa pencopotan ban kapten dari Luca Ranieri sama sekali bukan bentuk hukuman atau penilaian negatif terhadap performanya. Keputusan ini murni bagian dari strategi psikologis pelatih demi menata ulang atmosfer tim.

Sebagai produk akademi Fiorentina, Ranieri dinilai memikul beban emosional yang sangat besar. Ia berada di garis depan kritik ketika performa tim menurun, dan tekanan tersebut berpotensi memengaruhi konsistensinya di lapangan.

Dengan membebaskan Ranieri dari tanggung jawab sebagai kapten, staf pelatih berharap sang bek dapat kembali fokus pada tugas utamanya tanpa tekanan tambahan. Langkah ini juga dimaksudkan untuk menurunkan tensi di ruang ganti yang sempat memanas akibat hasil negatif beruntun.

Bukti Kepercayaan Penuh kepada David De Gea

Penunjukan De Gea sebagai kapten merupakan bentuk kepercayaan mutlak klub terhadap kualitas kepemimpinannya. Meski performanya sempat disorot dan dianggap belum berada di level terbaik, Fiorentina justru memilih memberinya tanggung jawab lebih besar.

De Gea dikenal sebagai sosok berpengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa. Bertahun-tahun membela Manchester United dan tampil di berbagai laga besar menjadikannya figur yang disegani, baik oleh rekan setim maupun lawan.

Pemberian ban kapten juga menjadi pesan tegas dari manajemen bahwa De Gea adalah pilar penting proyek Fiorentina musim ini. Klub berharap kepercayaan tersebut mampu membangkitkan kembali performa sang kiper asal Spanyol, sekaligus menular ke seluruh tim.

Realisasi Peringatan Roberto Goretti

Perubahan hierarki kapten ini sejatinya telah disinyalkan sebelumnya oleh manajemen klub. Roberto Goretti, suksesor Daniele Pradè, sempat memperingatkan bahwa “keputusan tegas” akan diambil demi menyelamatkan musim Fiorentina.

Penunjukan De Gea sebagai kapten dinilai sebagai realisasi konkret dari peringatan tersebut. Manajemen ingin menunjukkan bahwa tidak ada zona nyaman di klub, dan setiap keputusan akan diambil demi kepentingan tim secara keseluruhan.

Langkah ini juga mencerminkan perubahan pendekatan Fiorentina, dari sekadar mengandalkan struktur lama menuju kepemimpinan yang lebih berbasis pengalaman dan mentalitas juara.

Dampak Langsung di Atas Lapangan

Menariknya, dampak positif dari perubahan ini langsung terasa. Fiorentina tampil solid dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Udinese pada laga berikutnya. Meski tidak sepenuhnya bisa dikaitkan langsung dengan pergantian kapten, sinyal kebangkitan terlihat jelas.

Para pemain tampil lebih tenang, terorganisasi, dan menunjukkan respons positif terhadap tekanan. Kehadiran De Gea sebagai kapten di bawah mistar juga memberikan rasa aman bagi lini belakang.

Kemenangan tersebut menjadi angin segar bagi Fiorentina yang sebelumnya kesulitan keluar dari tren negatif. Publik Firenze pun mulai kembali menaruh harapan, meski jalan menuju kebangkitan penuh masih panjang.

Awal Era Baru di Fiorentina

Dengan David De Gea sebagai kapten, Fiorentina resmi memasuki era baru. Klub berharap kepemimpinan sang kiper mampu menjadi titik balik dalam upaya keluar dari keterpurukan Serie A.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Posisi klasemen masih perlu diperbaiki, konsistensi permainan harus dijaga, dan tekanan publik belum sepenuhnya mereda. Namun, perubahan struktur kepemimpinan ini memberi sinyal jelas bahwa Fiorentina siap berbenah.

Jika De Gea mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan performa stabil dan kepemimpinan di dalam maupun luar lapangan, maka keputusan berani ini bisa menjadi salah satu momen kunci dalam perjalanan La Viola musim ini.

BACA JUGA :