• BTC$95,293.56
    4.46%
  • ETH$3,310.68
    6.81%
  • USDT$1.00
    0.09%
  • XRP$2.17
    5.37%
  • BNB$946.62
    4.67%
  • SOL$147.11
    5.68%
  • USDC$1.00
    -0.07%
  • STETH$3,307.47
    6.78%
  • TRX$0.31
    1.67%
  • DOGE$0.15
    9.07%
  • ADA$0.42
    8.76%
  • WSTETH$4,052.75
    6.83%
  • XMR$680.69
    14.32%
  • BCH$619.50
    -0.21%
  • WBTC$95,052.63
    4.44%

SBOTOP : Pesepak Bola Tertua Dunia, Kazuyoshi Miura Siap Tantangan Baru di Usia 58

Nama Kazuyoshi Miura kembali menorehkan sejarah. Di usia 58 tahun, sosok yang dijuluki King Kazu itu resmi melanjutkan kariernya sebagai pesepak bola profesional, sebuah pencapaian yang nyaris mustahil dalam dunia sepak bola modern. Ketika sebagian besar pemain telah lama menikmati masa pensiun di usia pertengahan 30-an, Miura justru kembali menandatangani kontrak dengan klub baru dan bersiap menghadapi tantangan berikutnya.

Miura, yang lahir pada 1967, bukan hanya pemain tertua yang masih aktif, tetapi juga simbol dedikasi, konsistensi, dan cinta tanpa batas terhadap sepak bola. Perjalanannya melintasi hampir empat dekade kompetisi profesional menjadikannya figur ikonik, bukan hanya di Jepang, tetapi juga di kancah global.

Dari Brasil ke Panggung Dunia

Perjalanan Miura dimulai jauh sebelum sepak bola Asia mendapat sorotan dunia. Pada 1986, ia menjalani debut senior bersama Santos di Brasil. Keputusan hijrah ke Amerika Selatan di usia 15 tahun kala itu dianggap berani, bahkan nekat. Namun, langkah tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk mental dan tekniknya.

Sebagai gambaran zaman, periode debut Miura terjadi ketika Sir Alex Ferguson baru ditunjuk sebagai manajer Manchester United, sementara Liverpool asuhan Kenny Dalglish menuntaskan musim 1985/1986 dengan gelar ganda Division One dan Piala FA. Pada tahun yang sama, dunia juga menyaksikan Igor Belanov meraih Ballon d’Or.

Miura kemudian memperkaya pengalamannya dengan membela sejumlah klub Brasil seperti Palmeiras, Matsubara, CRB, XV de Jaú, hingga Coritiba. Ia kembali ke Santos sebelum akhirnya pulang ke Jepang dan menemukan rumah panjangnya bersama Verdy Kawasaki pada 1990.

Puncak Karier dan Status Legenda

Bersama Verdy Kawasaki, Miura menjalani periode emas. Ia mencetak 110 gol dari 187 penampilan selama delapan musim, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di Jepang. Di level internasional, Miura juga menjadi andalan Timnas Jepang, dengan torehan 55 gol dari 89 pertandingan.

Tahun 1992 menjadi tonggak penting. Miura membantu Jepang menjuarai Piala Asia dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Asia—sebuah pengakuan atas kualitas dan konsistensinya. Sejak saat itu, namanya identik dengan kebangkitan sepak bola Jepang.

Setelah era Verdy, Miura melanjutkan kariernya di berbagai klub, termasuk Yokohama FC dengan total 298 penampilan, serta Vissel Kobe, Kyoto Sanga, dan Atletico Suzuka. Ia juga mencicipi kompetisi Eropa dan Australia bersama Genoa dan Sydney FC, memperkaya rekam jejak lintas benua.

Tetap Aktif di Usia 58 Tahun

Meski debut profesionalnya terjadi 39 tahun lalu, Miura belum menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti. Musim lalu, ia tampil di kasta keempat Jepang bersama Atletico Suzuka. Kini, menurut laporan The Japan Times yang dikutip Sportbible pada Senin (22/12/2025), Miura dikabarkan akan bergabung dengan Fukushima United—klub divisi tiga Jepang—dengan status pinjaman satu musim.

Menariknya, pengumuman kepindahan Miura kerap dilakukan pada momen simbolis: pukul 11.11 pada tanggal 11 Januari, sebagai penghormatan terhadap nomor punggung ikoniknya, 11. Meski transfer ini belum diumumkan secara resmi, antusiasme publik sudah terasa, menanti kelanjutan kisah inspiratif sang legenda.

Rahasia Stamina dan Mental Baja

Pertanyaan besar selalu muncul: bagaimana Miura mampu bertahan di level profesional hingga mendekati usia 60 tahun? Jawabannya terletak pada disiplin ekstrem dan gaya hidup yang terjaga.

Miura dikenal sangat memperhatikan komposisi tubuh, memantau berat badan dan persentase lemak secara rutin. Pola makannya tinggi protein dan rendah lemak, ditunjang pemulihan intensif seperti berendam air es setelah latihan. Ia juga memiliki kebiasaan unik meminum air berkarbonasi asal Italia sebagai bagian dari rutinitas pemulihan.

Dalam wawancara dengan L’Equipe pada 2024, Miura bahkan menyatakan ambisinya masih ingin bermain hingga usia 80 tahun. “Rahasianya tidak lebih dari kerja keras dan gairah,” ujarnya. “Saya ingin terus bermain sampai tubuh saya sendiri mengatakan cukup.”

Inspirasi Lintas Generasi

Miura telah memecahkan hampir semua rekor terkait usia di sepak bola profesional. Di saat generasi datang dan pergi, ia tetap berdiri sebagai simbol ketekunan. Keputusannya untuk terus bermain bukan semata mengejar rekor, melainkan pernyataan tentang cinta pada permainan.

Bagi pemain muda Jepang, Miura adalah pengingat bahwa karier panjang bukan hanya soal bakat, tetapi juga disiplin, rasa ingin belajar, dan mental baja. Bagi dunia sepak bola, King Kazu adalah bukti hidup bahwa batas usia dapat ditantang—selama ada komitmen dan passion.

Ketika ia bersiap mengenakan seragam klub barunya, satu hal pasti: kisah Kazuyoshi Miura belum berakhir. Di usia 58 tahun, ia masih berlari mengejar bola, menantang waktu, dan menulis bab baru dalam sejarah sepak bola dunia.

BACA JUGA :