• BTC$95,293.56
    4.46%
  • ETH$3,310.68
    6.81%
  • USDT$1.00
    0.09%
  • XRP$2.17
    5.37%
  • BNB$946.62
    4.67%
  • SOL$147.11
    5.68%
  • USDC$1.00
    -0.07%
  • STETH$3,307.47
    6.78%
  • TRX$0.31
    1.67%
  • DOGE$0.15
    9.07%
  • ADA$0.42
    8.76%
  • WSTETH$4,052.75
    6.83%
  • XMR$680.69
    14.32%
  • BCH$619.50
    -0.21%
  • WBTC$95,052.63
    4.44%

SBOTOP : Malaysia Terjun Bebas di Ranking FIFA, Posisi Kini Berdekatan dengan Timnas Indonesia

Peringkat Timnas Malaysia resmi mengalami penurunan signifikan pada pembaruan FIFA edisi Desember 2025. Penurunan ini merupakan dampak langsung dari sanksi berat yang dijatuhkan FIFA akibat skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi yang menjerat Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Dalam rilis resmi ranking FIFA pada Senin (22/12/2025), skuad berjuluk Harimau Malaya tercatat turun lima peringkat sekaligus dan kini menempati posisi ke-121 dunia. Kondisi tersebut menjadi sorotan besar di kawasan Asia Tenggara, karena posisi Malaysia kini hanya terpaut tipis dari Timnas Indonesia, yang berada tepat di bawahnya.

Penurunan drastis ini mengakhiri tren positif Malaysia sepanjang 2025 dan menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka untuk memperbaiki posisi di peta sepak bola Asia.

Tiga Kemenangan Dianulir, Malaysia Kehilangan Banyak Poin

Sanksi FIFA berdampak langsung pada pembatalan tiga kemenangan internasional Timnas Malaysia. Tiga laga yang dianulir tersebut adalah pertandingan melawan Cape Verde, Palestina, dan Singapura.

Akibat pembatalan hasil tersebut, Malaysia kehilangan poin dalam jumlah besar. Dari sebelumnya menempati peringkat ke-116 dunia, Harimau Malaya kini melorot ke posisi ke-121 dengan total 1.145,89 poin.

Media Malaysia, Berita Harian, melaporkan bahwa Malaysia kehilangan sekitar 22 poin FIFA akibat keputusan tersebut. Sebelumnya, mereka mengoleksi sekitar 1.168 poin saat berada di peringkat ke-116.

“Keputusan ini tidak hanya menyebabkan peringkat Timnas Malaysia mengalami penurunan drastis, tetapi juga mengakhiri rekor tak terkalahkan yang mereka bangun sepanjang tahun 2025,” tulis laporan tersebut.

Penurunan ini tercatat sebagai salah satu yang paling tajam secara global pada ranking FIFA edisi Desember 2025.

Hukuman FIFA dan Pernyataan Resmi FAM

Sanksi terhadap Malaysia diumumkan secara resmi oleh Football Association of Malaysia pada Rabu (17/12/2025). Hukuman tersebut merupakan hasil keputusan Komite Disiplin FIFA setelah melakukan sidang pada 12 Desember 2025.

“Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menerima hukuman terbaru dari Komite Disiplin FIFA terkait kasus menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam pertandingan internasional,” tulis FAM dalam pernyataan resminya.

FIFA menyatakan FAM melanggar Pasal 19 Kode Disiplin FIFA (Edisi 2025) karena menurunkan pemain naturalisasi yang tidak memenuhi persyaratan administratif. Pelanggaran ini dinilai serius karena terjadi pada pertandingan internasional Tier 1 yang berpengaruh langsung pada peringkat dunia.

Dampak Lebih Luas: Denda dan Skorsing Pemain

Sebelum pembatalan hasil pertandingan, FIFA lebih dulu menjatuhkan sanksi terhadap FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terlibat dalam kasus tersebut. Selain denda finansial, para pemain juga dijatuhi sanksi skorsing selama 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola resmi.

Langkah tegas ini menunjukkan komitmen FIFA dalam menjaga integritas kompetisi internasional. Bagi Malaysia, hukuman ini bukan hanya berdampak pada performa tim nasional, tetapi juga mencoreng citra sepak bola negara tersebut di mata internasional.

Rincian Tiga Laga yang Dibatalkan FIFA

Dalam dokumen resmi FIFA, disebutkan bahwa terdapat tiga pertandingan internasional yang dinyatakan tidak sah karena melibatkan pemain yang tidak memenuhi syarat:

  • Malaysia vs Cape Verde – pertandingan FIFA Matchday yang berlangsung pada 29 Mei 2025 di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur.
  • Malaysia vs Singapura – laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 di Stadion Nasional Bukit Jalil.
  • Malaysia vs Palestina – kemenangan 1-0 yang digelar di Stadion Sultan Ibrahim, Johor, pada 8 September 2025.

Ketiga laga tersebut sebelumnya menjadi penyumbang poin signifikan bagi Malaysia. Namun setelah dianulir, seluruh poin yang diperoleh dari pertandingan tersebut resmi dicabut.

Timnas Indonesia Kini Membayangi Ketat

Penurunan Malaysia secara otomatis membuat persaingan di kawasan Asia Tenggara semakin menarik. Timnas Indonesia kini berada tepat di belakang Malaysia dengan selisih poin yang sangat tipis, hanya sekitar 1 poin.

Situasi ini membuka peluang besar bagi skuad Garuda untuk menyalip rival regionalnya pada agenda FIFA Matchday berikutnya. Setiap laga internasional pada awal 2026 akan menjadi sangat krusial bagi kedua negara, terutama dalam perburuan posisi terbaik di ranking FIFA.

Bagi Indonesia, momentum ini bisa dimanfaatkan sebagai dorongan psikologis untuk terus meningkatkan performa dan konsistensi di level internasional.

Pukulan Berat bagi Proyek Jangka Panjang Malaysia

Bagi Malaysia, sanksi FIFA ini menjadi kemunduran besar dalam proyek jangka panjang mereka. Upaya meningkatkan daya saing lewat naturalisasi justru berujung petaka akibat kelalaian administratif.

Pelatih Peter Cklamovski kini dihadapkan pada tantangan berat untuk membangun kembali kepercayaan publik dan memperbaiki performa tim di tengah keterbatasan opsi pemain akibat sanksi.

Penutup: Pelajaran Mahal dari FIFA

Kasus yang menimpa Timnas Malaysia menjadi pengingat keras bagi federasi sepak bola di seluruh dunia tentang pentingnya kepatuhan terhadap regulasi FIFA. Ambisi besar tanpa fondasi administrasi yang kuat justru bisa berujung pada kerugian besar, baik secara teknis maupun reputasi.

Sementara itu, persaingan Malaysia dan Indonesia di ranking FIFA kini memasuki fase baru. Dengan jarak yang semakin tipis, duel prestise di Asia Tenggara tak lagi hanya soal gengsi di lapangan, tetapi juga tentang manajemen, profesionalisme, dan keberlanjutan sepak bola nasional.

BACA JUGA :