• BTC$95,426.54
    4.35%
  • ETH$3,330.58
    7.09%
  • USDT$1.00
    0.06%
  • XRP$2.17
    5.18%
  • BNB$949.47
    4.73%
  • SOL$145.57
    4.43%
  • USDC$1.00
    -0.06%
  • STETH$3,329.19
    7.02%
  • TRX$0.31
    1.57%
  • DOGE$0.15
    8.10%
  • ADA$0.42
    9.01%
  • WSTETH$4,076.85
    7.09%
  • XMR$669.33
    3.83%
  • BCH$614.60
    -1.43%
  • WBTC$95,207.53
    4.36%

SBOTOP : Sanksi FIFA untuk Malaysia Nasib Hasil Laga Kontra Vietnam dan Nepal Dipertanyakan

Timnas Malaysia kembali menerima pukulan telak dari FIFA terkait kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Dalam putusan terbaru, FIFA resmi menjatuhkan sanksi tambahan yang berdampak langsung pada hasil pertandingan internasional yang telah dijalani oleh Harimau Malaya.

Keputusan ini menjadi lanjutan dari hukuman sebelumnya yang telah dikenakan kepada pemain-pemain terkait serta Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Dampaknya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memengaruhi catatan resmi pertandingan dan posisi kompetitif Malaysia di level internasional.

FIFA menegaskan bahwa Malaysia dinyatakan kalah dengan skor 0-3 pada tiga pertandingan yang sebelumnya berstatus FIFA Matchday. Putusan tersebut secara otomatis mengubah hasil yang sempat diraih Timnas Malaysia dalam laga-laga tersebut.

Pembatalan Tiga Laga FIFA Matchday Malaysia

Dalam pernyataan resminya, FIFA membatalkan hasil tiga pertandingan persahabatan internasional yang melibatkan Timnas Malaysia. Salah satu laga yang dianulir adalah pertandingan melawan Tanjung Verde yang digelar di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur pada 29 Mei. Laga tersebut sebelumnya berakhir imbang 1-1, namun kini dinyatakan sebagai kekalahan 0-3 bagi Malaysia.

Selain itu, kemenangan Malaysia atas Singapura juga tidak lagi diakui. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil pada 4 September, di mana Malaysia menang 2-1, resmi diubah menjadi kekalahan dengan skor 0-3.

Satu laga lainnya yang turut dianulir adalah kemenangan atas Palestina. Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Ibrahim, Johor, pada 8 September itu sebelumnya dimenangkan Malaysia, tetapi kini kembali dicatat sebagai kekalahan 0-3.

Pembatalan tiga pertandingan ini memperburuk catatan internasional Malaysia dan berpotensi memengaruhi peringkat FIFA mereka dalam jangka menengah.

Kekhawatiran Meluas ke Laga Penting Lainnya

Sanksi terbaru ini langsung memunculkan kekhawatiran baru di kalangan publik sepak bola Malaysia dan Asia Tenggara. Fokus perhatian kini tertuju pada dua pertandingan penting lainnya, yakni laga melawan Vietnam dan Nepal, yang memiliki arti krusial dalam Kualifikasi Piala Asia 2027.

Malaysia sebelumnya mencatat kemenangan 2-0 atas Nepal pada 25 Maret 2025. Dalam pertandingan tersebut, salah satu pemain naturalisasi, Hector Hevel, tercatat tampil dan berkontribusi bagi tim.

Tak hanya itu, kemenangan besar 4-0 atas Vietnam pada 19 Juni 2025 juga menjadi sorotan. Dalam laga tersebut, setidaknya tujuh pemain yang kini bermasalah secara administratif turut memperkuat Timnas Malaysia.

Publik pun mempertanyakan apakah hasil dari dua pertandingan tersebut akan mengalami nasib serupa, yakni dianulir atau bahkan berujung pada pengurangan poin.

FAM Tempuh Jalur Banding ke CAS

Menghadapi tekanan yang semakin besar, FAM mengambil langkah hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 8 Desember lalu. Banding ini menjadi upaya terakhir Malaysia untuk menantang keputusan FIFA yang dinilai merugikan.

Menurut laporan media Vietnam, The Thao 247, hasil putusan CAS akan menjadi penentu langkah selanjutnya bagi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

“Keputusan pengadilan dapat menguatkan, mengurangi, atau bahkan membatalkan sanksi tersebut. Setelah CAS mengeluarkan kesimpulan resminya, AFC akan mendasarkan keputusannya terhadap FAM, khususnya terkait dua pertandingan melawan Nepal dan Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027,” tulis media tersebut.

Namun, harapan Malaysia di jalur banding dinilai sangat tipis.

Temuan Investigasi Internal Memperburuk Posisi Malaysia

Masalah semakin kompleks setelah Komisi Investigasi Independen (ICC) FAM menemukan berbagai kelemahan serius dalam proses verifikasi dokumen pemain naturalisasi. Sejumlah dokumen dinilai tidak memiliki keaslian yang memadai serta minim bukti pendukung.

Selain itu, prosedur pengendalian internal FAM juga dinilai tidak berjalan optimal. Temuan ini justru memperkuat posisi FIFA dalam menjatuhkan sanksi, sekaligus memperkecil peluang Malaysia untuk memenangkan banding di CAS.

Kondisi tersebut membuat banyak pengamat menilai bahwa banding ke CAS lebih bersifat formalitas ketimbang solusi nyata.

Ancaman Sanksi Tambahan dari AFC

Jika banding Malaysia ditolak, risiko hukuman lanjutan dari AFC menjadi sangat besar. AFC memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi tambahan, termasuk penghapusan poin atau pembatalan hasil pertandingan di ajang resmi Asia.

The Thao 247 menyebut bahwa Malaysia menghadapi risiko tinggi kehilangan poin dari dua laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam.

“Mengingat situasi yang sangat tidak menguntungkan ini, peluang FAM untuk membatalkan putusan di CAS sangat kecil. Mereka menghadapi risiko besar sanksi berat dari AFC, termasuk penghapusan poin dari dua pertandingan tersebut, karena menggunakan pemain naturalisasi yang melanggar regulasi,” tulis media Vietnam itu.

Masa Depan Timnas Malaysia di Ujung Tanduk

Rangkaian sanksi ini menjadi pukulan besar bagi sepak bola Malaysia, baik dari sisi prestasi maupun reputasi. Selain mengancam posisi mereka di Kualifikasi Piala Asia 2027, kasus ini juga menimbulkan krisis kepercayaan terhadap tata kelola federasi.

Kini, masa depan Timnas Malaysia bergantung pada hasil banding di CAS dan keputusan lanjutan dari AFC. Jika sanksi diperluas, Malaysia berpotensi kehilangan momentum penting dalam persaingan sepak bola Asia.

Di tengah tekanan tersebut, publik Malaysia berharap federasi segera melakukan pembenahan menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang dan sepak bola nasional dapat kembali fokus pada prestasi di lapangan.

BACA JUGA :